Masyarakat Melayu Petalangan memiliki tradisi unik turun temurun. Salah satunya adalah mendongeng( Bacito). Saat yang paling disukai adalah ketika berkumpul dengan keluarga. Tradisi ini menjadikan simpul untuk perekat keakraban antar keluarga.
Kemampuan mendongeng masyarakat Melayu Petalangan diturunkan sebagian besar dari ibu ke anaknya. Kenapa demikian ? Sebab seorang anak jauh lebih dekat kepada ibunya. Walaupun tidak semua dongeng diwariskan dari ibu. Ada juga dongeng itu diwariskan dari Ayahnya.
Ada berbagai jenis sastra lisan dalam masyarakat Melayu Petalangan. Di samping dongeng, ada juga hikayat, contohnya hikayat malim dewa.
saat - saat terindah yang dialami penulis adalah ketika penulis masih anak-anak. Setiap kali penulis disuruh memijit kaki ibu dan ayah penulis, mereka bercerita atau mendongeng. Dalam satu kali memijit, bisa jadi satu atau dua dongeng diceritakan.
Beda lagi pada saat penulis meminta orang tua menyanyikan hikayat. Beliau biasanya tidak sambil dipijat kakinya. Tapi sambil duduk-duduk di rumah.
Sastra lisan bagi suku Melayu Petalangan merupakan warisan nenek moyang. Tapi, melihat perkembangan zaman,cepat atau lambat,warisan budaya Sastra Lisan ini akan sirna.
Semoga generasi penerus masyarakat Melayu Petalangan bisa menggali, menelaah,mengarsipkan serta melestarikan Sastra Lisan ini agar tetpa menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia .