Minggu, 09 Oktober 2016

MENGENAL SALAI IKAN SELAIS

Ikan selais adalah primadona para nelayan di Provinsi Riau, tak terkecuali di Kabupaten Pelalawan. Bagi masyarakat Petalangan,ikan ini tergolong ikan yang paling istimewa. Kenapa tidak, jika telah jadi ikan salai, harganya bisa mencapi Rp.200.000,00/kg. Itu untuk pasar lokal. Jika telah sampai ke kota besar, maka harganya bisa lebih tinggi dari itu.

Bagi masyarakat Melayu Petalangan yang berprofesi sebagai nelayan, ikan ini lebih sering disalai,karena di samping tahan lama, harganya menjadi berlipat-lipat. Dari harga Rp 30.000 s.d Rp.60.000 per kg saat basah, jika jadi ikan salai,maka harganya meningkat sampai 3 x lipat.

Bila anda berkunjung ke Provinsi Riau,khususnya Kabupaten Pelalawan,terutama di daerah Melayu Petalangan,jangan lupa membeli oleh-oleh ikan salai selais.

WATAK MANUSIA MENURUT URUTAN KELAHIRAN

Masyarakat Melayu Petalangan memiliki ilmu peramalan watak manusia menurut urutan lahir. Urutan dihitung hanya pada anak yang dilahirkan oleh ibu yang sama.
Ada empat anasir yang dipakai,yakni AIR,API,ANGIN,dan TANAH.

  1. Anak pertama memiliki anasir AIR. Sifat anak beranasir air ini adalah cerdas, tidak gampang marah. Tapi jika marah,kemarahannya sangat besar. Anasir air sebaiknya berjodoh dengan anasir Api,dan tanah.
  2. Anak kedua memiliki anasir API. Sifat anak beranasir api ini sensitif, mudah tersinggung. Jodoh yang cocok adalah anak pertama dan ke empat. Kurang cocok dengan anak kedua yang beranasir Angin.
  3. Anak ketiga memiliki anasir ANGIN. Sifat anak beranasir angin ini juga sensitif, tapi cepat reda. Jodohnya kurang cocok dengan anak kedua yang beranasir API.
  4. Anak keempat memiliki anasir TANAH. SIfat anak beranasir tanah ini adalah paling penyabar. Tapi jika marah, akan sangat bahaya. Sesuai dengan watak bumi. Anak keempat ini cocok dengan anak urutan mana saja.
Demikianlah sekelumit sisi sosial budaya masyarakat Melayu Petalangan. Yang perlu diingat adalah, ramalan ini hanya menentukan watak seseorang dilihat dari anasir yang diurut sesuai urutan kelahiran. Analisa lebih lanjut bisa mengkaji anasir yang disematkan pada seseorang, yakni AIR. Air seperti apa,bisa dipahami wataak air secara komprehensif. Begitu juga API,ANGIN,dan tanah. Keempat unsur ini merupakan bahan pembentuk manusia. AIR membentuk otot,daging,dan tulang, API membentuk panas tubuh. ANGIN membentuk nafas manusia. Sedangkan TANAH, merupakan asal muasal raga manusia diciptakan pertama kali. 
Nah, unsur manakah yang paling dominan pada diri seseorang, maka unsur itulah yang mempengaruhi emosi seseorang. Namun, segala sesuatu terpulang pada upaya pengendalian diri seseorang,dan yang paling penting, Tuhan lah yang menetukan sebenarnya setiap watak manusia.

BLACAN

Tentunya nama ini tidak asing di telinga masyarakat Melayu umumnya,khususnya masyarakat Melayu Petalangan Provinsi Riau.Indonesia. 
BLACAN, Itulah namanya. Merupakan jenis lauk/bumbu masakan khas yang berwarna merah dan coklat muda. Baunya sangat khas. Dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan nama terasi. Tapi belacan di Bumi Petalangan itu sangat khas. Digunakan oleh penduduk sebagai lauk. bisa dibakar atau pun dijadikan sambal.
Bicara sambal BLACAN, rasanya tidak afdol jika tidak penulis tulis resep sambal belacannya di kesempatan ini.
Berikut resepnya ;

TOUNG ASAM SAMBAL BALACAN

Bahan-bahan :

  1. Belacan satu sendok makan (dibakar di atas bara api) dengan dibungkus dulu pakai daun kunyit.
  2. Lado kampung 20 butir. Usahakan beberapa butir ada yang sudah masak buahnya.
  3. bawang dasun 4 batang.
  4. Toung asam yang sudah masak 2 butir.
  5. Garam secukupnya
  6. Penyedap rasa secukupnya


LANGKAH-LANGKAHNYA :

  • Bakar dahulu belacan yang telah dibungkus daun kunyit.
  • Giling lado kampung di gilingan cabe sampai halus.
  • masukkkan garam,penyedap rasa,dan bawang dasun. Giling sampai halus bersama cabe/lado.
  • Masukkan belacan yang sudah dibakar tadi. Giling bersama lado kampung,garam,penyedap,bawang dasun sampai merata.
  • Bersihkan kulit luar toung asam(terung asam),lalu potong dua bagian. Peras di atas gilingan cabe. Aduk dengan menggunakan pengaduk gilingan cabe.
  • Hidangkan di atas piring tipis dengan ditemani nasi panas, rebus terung, rebus pucuk ubi, dan aneka lalapan.


ORANG BUNYIAN ANTARA ADA DAN TIADA

Dalam masyarakat Melayu Petalangan, terutama orang-orang tua zaman dahulu, dipercaya ada kehidupan tidak kasat mata yang hidup dan berkembang biak layaknya manusia.
Kehidupan itu seolah-olah persis yang dialami manusia. 
Masyarakat Suku Melayu Petalangan menamainya dengan ORANG BUNYIAN. 
Menurut kepercayaan suku Melayu Petalangan, orang bunyian merupakan sosok layaknya manusia. Tapi mereka tidak dapat dijumpai oleh orang biasa. Mereka hidup di sekitar alam Masyarakat Melayu Petalangan.
Sahabat BUPET, sampai disini dulu kisah orang bunyian ini. Lain kali kita bahas lagi ya?