SISTEM
KEKERABATAN MASYARAKAT SUKU MELAYU PETALANGAN
Masyarakat
suku Melayu Petalangan, sistem kekerabatannya adalah menggunakan
sistem suku. Sistem yang dipakai adalah MATRILINEAL. Artinya dalam garis
persukuannya mengikuti garis keturunan ibu.
Suku-suku yang ada diantaranya;
pematan,pelabi, sangoi(sengeri), payung, sungai modang, lubuk, penyabung,paneling
penghulu setio,paneling,penghulu putik,dan paliang.
Suku
bukan hanya sekedar hiasan. Tapi juga sebagai penentu garis keturunan dalam
adat. Dalam sistem adat Melayu Petalangan, adalah pantang besar bila ada
seseorang yang menikah dengan pasangan lawan jenisnya yang masih satu suku.
Bila ini terjadi, maka akan ada denda adat. Di samping itu, mereka yang
melanggar larangan menikah sesuku ini, dibuang dari persukuannya. Filosofinya bukan
dibuang sungguhan. Tapi dia tak lagi punya hak suara bila ada musyawarah di
dalam sukunya.
Kenapa
demikian? Orang yang berani melanggar adat, berarti dia tidak lagi mau
menegakkan panji adat. Lagi pula, bila seseorang menikah dengan pria/wanita
satu suku dengannya, jika ditarik garis keturunannya masih ada hubungan
kekerabatan.
Nikah
sesuku beraarti merusak hubungan kekerabatan. Adalah beda jika seseorang
menikah di luar sukunya. Berarti dia menambah hubungan kekerabatan dengan suku
lain. Secara otomatis kerabat dan handai taulannya bertambah.
Keluarga
inti dalaam masyarakat Melayu Petalangan tetap ayah,ibu,dan anak. Tapi keluarga
besarnya meliputi:
Keturunan ke bawah berarti cucu,cicit,
piut.
Ketururan ke atas meliputi atan/kakek dan
ino/nenek( kedua orang tua ayah dan ibu dan seterusnya.
Akhir-akhir
ini sudah ada beberapa generasi muda yang melanggar larangan nikah satu suku
ini. Dalam Agama Islam,tidak ada larangannya. Tapi dalam sistem adat tentu saja
dilarang. Memelihara adat berarti memelihara warisan budaya nenek moyang. Sangat
disayangkan jika suatu ketika adat istiadat Melayu Petalangan sirna. Padahal masyarakat
adat Melayu Petalangan dengan segala keunikannya telah menarik
peneliti-peneliti dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk
mengeksplorasi keragaman adat dan budaya Melayu Petalangan.
Melestarikan
adat berarti melestarikan keragaman budaya. Budaya merupakan daya tarik wisata
dan penelitian sosial budaya Bangsa lain.
Sistem
kekerabatan Suku Melayu Petalangan yang sangat unik,jangan sampai hilang. Kelak
keunikan-keunikan inilah yang menjadi daya tarik peminat wisata sosial dan
budaya dari luar negeri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar